Rabu, 23 Januari 2013

faktor luar penyakit leukimia


PestisidaSebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Liverpool menyebutkan bahwa pestisida bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi berhati-hatilah dalam mengonsumsi sayur dan buah yang menggunakan bahan ini sebagai pengusir hama.
Perokok pasifSelain perokok aktif, para ahli dari California Environmental Protection Agencymenyebutkan bahwa perokok pasif memiliki hubungan erat dengan risiko meningkatnya kanker payudara.
Pil hormonBanyak penelitian yang telah membuktikan bahwa pil hormon bagi wanita menopause juga bisa memicu kanker payudara. Simak berita selengkapnya di sini.
ParabenParaben merupakan senyawa kimia yang bisa ditemukan di dalam bahan kosmetik, seperti, sampo, lotion, dan berbagai produk kecantikan lainnya. Paraben bersifat seperti hormon estrogen yang meningkatkan risiko kanker payudara.
Hormon rBST buatanHormon rBST (recombinant bovine somatotropin) merupakan hormon buatan yang digunakan untuk meningkatkan hasil produksi susu pada sapi. Sehingga susu dari hasil sapi yang disuntik hormon ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko kanker payudara.
TetrakloroetilenaTetrakloroetilena (atau tetrachloroethylene) adalah senyawa kimia yang ditemukan pada pelapis karet, tinta, lem, pelumas, silikon, dan produk industri lainnya. Selain penyebab kanker payudara, tetrakloroetilena juga memicu jenis kanker yang lain.
Diethylstilbestrol (DES)Diethylstilbestrol adalah sebuah hormon estrogen buatan yang diberikan kepada wanita hamil untuk mengurangi risiko keguguran. Namun ternyata hormon ini malah menyebabkan kasus kanker payudara pada wanita semakin meningkat.
Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs)Senyawa PAHs biasa ditemukan pada batubara, kayu, bensin, minyak, tembakau, atau bahan organik terbakar lainnya. PAHs bahkan bisa dihasilkan dari ikan atau daging yang dipanggang.
Polychlorinated biphenyls (PCBs)PCBs merupakan bahan kimia buatan manusia yang digunakan dalam peralatan listrik cairan hidrolik, dan pelumas yang mengalami kebocoran dalam pembuangannya. Namun banyak kasus PCBs justru ditemukan dalam bahan makanan seperti ikan, daging, dan produk susu yang terkontaminasi bahan kimia ini.
Bisphenol A (BPA)Senyawa BPA ditemukan pada peralatan rumah tangga berbahan plastik, seperti botol air minum, botol minum bayi, kotak makan, dan lainnya. Pastikan produk plastik Anda bebas dari BPA untuk menghindari risiko terserang kanker.

Pilihan Pengobatan Kanker Payudara


Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan secara medis atau secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon. Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker pada daerah yang terkena.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
Tetapi hal tersebut dapat menimbulkan banyak efek samping negatif pada tubuh. Misalnya, kemoterapi menimbulkan efek samping berupa rentan terhadap serangan infeksi, mudah lelah, mual, rambut rontok, masalah perdarahan seperti mimisan, dan banyak efek samping lainnya.
Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat yang digunakan sebagai obat kanker antara lain adalah golongan anti-estrogen yang salah satu obatnya adalah Tamoksifen.
Efek samping yang ditimbulkan antara lain rasa panas dan kemerahan pada wajah, gangguan saluran pencernaan, leukopenia & trombositopenia ringan, perdarahan vagina, gatal-gatal pada vulva/pukas (alat kelamin luar perempuan), dan ruam kulit.
Karena itu, Anda juga dapat mempertimbangkan pengobatan kanker payudara secara alami. Salah satu obat kanker alami yang dapat Anda yakini khasiatnya adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang berasal dari belantara hutan Papua.
Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker payudara tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:
  • Inaktivasi karsinogen
    Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Anti-proliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.
Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dari Sarang Semut cukup tinggi.
Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan anti-kanker, zat ini menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Senyawa yang kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai anti-penuaan. "Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar dokter ahli nutrisi,Ahmad Sulaeman PhD.
Kabar baik tentang keampuhan Sarang Semut dalam membantu mengobati kanker rupanya tidak hanya datang dari tempat asalnya, Papua, tapi juga dari seluruh Indonesia, dan telah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan elektronik.
Berikut adalah kesaksian salah seorang ibu, Meyti Ngantun yang telah memanfaatkan Sarang Semut untuk pengobatan kanker payudara dan telah merasakan khasiatnya.
Saya memeriksakan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya.
Suatu ketika suami saya mendapat informasi tentang Sarang Semut. Ia meminta kepada saya untuk mencoba Sarang Semut dari Wamena. Katanya herbal tersebut sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk untuk pengobatan kanker dan tumor. Saya pun mulai mencoba meminumnya. Karena saya bertekad ingin sembuh maka saya rajin mengonsumsinya setiap sehari.
Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengonsumsinya. Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolannya sudah agak lembek.
Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna kekuning-kuningan keluar di atas puting saya dan cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam beberapa hari.
Saya masih terus mengonsumsi Sarang Semut agar bisa sembuh benar dan temyata luka lubang yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh. Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa sembuh berkat Sarang Semut.
Kesembuhan ini terasa hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan normal sebagaimana biasa.
Karena setiap hari semakin banyak saja hasil positif yang dilaporkan oleh pengguna Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit seperti kanker, tumor, TBC dan sebagainya, maka secara empiris Sarang Semut  telah terbukti sebagai tanaman obat berkhasiat dan dapat digunakan sebagai obat kanker dalam pengobatan kanker payudara. Para pengguna sarang semut melaporkan bahwa mereka sudah bisa merasakan hasilnya setelah 1-2 bulan penggunaan saja.
Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001.
Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.
Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".
Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia Kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!
Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.
Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus"Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."
Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!
Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker payudara, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

PENYEBAB DAN CARA MENGATASI PENYAKIT JANTUNG BOCOR


Penyakit Jantung Bocor (PJB) adalah penyakit dimana adanya kelainan struktur jantung yang menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung. Jantung bocor termasuk  dalam penyakit jantung bawaan sejak lahir yang banyak diderita anak-anak.
Proses terjadinya jantung bocor bisa terjadi sejak masa pembuahan pada wanita yang akan hamil. Proses pembentukan jantung janin terjadi pada masa awal pembuahan (konsepsi), bahkan sebelum si ibu sadar dirinya tengah hamil. Formasi jantung ini telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan.Namun, tidak demikian halnya pada bayi yang mengalami jantung bocor.
Pada kasus jantung bocor, sirkulasi darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih sehingga bayi menjadi biru. Bila terlalu banyak darah kotor beredar ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ penting seperti otak, maka bisa terjadi sesak napas, disertai kejang, bahkan kematian.
Penyebab Penyakit Jantung Bocor tidak diketahui secara pasti, namun hal berikut bisa berisiko bayi terkena penyakit jantung bocor bawaan karena ibu menderita hipertensi, terkena sinar rontgen, ataupun polusi zat kimia, menderita sakit campak, ibu merokok / terkena polusi asap rokok pada awal-awal kehamilan.
Adapun gejala jantung bocor adalah :
  • Napas cepat dan sulit makan serta minum.
  • Berat badan sulit untuk naik.
  • Infeksi paru yang seringkali berulang.
  • Sianosis (dimana bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat).
  • Tidak dapat melakukan aktivitas / berolahraga dengan baik seperti pada umumnya.
Ada dua jenis PJB, yaitu PJB biru (sianotik) dan PJB tidak biru (asianotik). PJB biru bisa dikenali dengan mudah yakni ujung-ujung kuku, bibir dan lidah berwarna biru. Sedangkan PJB tidak biru gejalanya tidak langsung terlihat.
Kelainan jantung bawaan perlu dideteksi sejak ini. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin selama kehamilan terutama untuk mengetahui normal tidaknya detak jantung bayi. Orangtua juga perlu curiga jika anak mengalami gejala seperti mudah sakit, gampang capek dan badannya kurus.
Kebanyakan kasus PJB memang harus menjalani operasi. Namun ada juga kasus kebocoran jantung yang bisa sembuh hanya dengan obat-obatan.
Untuk tindakan operasi, jika takut melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery), orangtua bisa memilih tindakan katerisasi dengan cara memasukkan kateter melalui lipatan paha untuk mencapai jantung. Di jantung akan diletakkan alat seperti payung untuk menutup kebocoran.

penyebab dan penanganan anemia


Anemia adalah kondisi di mana darah Anda memiliki jumlah sel darah merah di bawah normal. Kurangnya sel darah merah ini biasanya diindikasikan oleh hitungan hemoglobin yang lebih rendah dari normal (lihat tabel).
Hemoglobin adalah unsur utama penyusun sel darah merah yang merupakan protein kaya zat besi dan berfungsi membantu sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Bila jumlah hemoglobin Anda sedikit, sel-sel tubuh Anda akan kekurangan oksigen. Anda akan merasa lelah, lemas dan gejala anemia lainnya. Anemia parah dan menahun (kurang dari 5 g/dl) dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak dan organ tubuh lain. Anemia yang sangat parah  bahkan dapat menyebabkan kematian.

Gejala

Kadar Hb Normal
Pria dewasa13.5 – 17 g/dl
Wanita dewasa12 – 15 g/dl
Ibu hamil11 – 12 g/dl
Bayi baru lahir14 – 24 g/dl
Anak-anak11 – 16 g/dl
Tubuh yang mengalami anemia akan menunjukkan gejala seperti muka pucat, lelah, kurang energi/lemas, mengantuk, dan sakit kepala. Pada kasus yang lebih parah, anemia menyebabkan denyut jantung bertambah cepat, nafas tersengal dan pingsan.

Penyebab

Anemia terutama disebabkan oleh kehilangan darah, kekurangan produksi sel darah merah atau perusakan sel darah merah yang lebih cepat dari normal. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh:
  • Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, asam folat dan vitamin C,  unsur-unsur yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
    • Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia. Sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil dan 3% pria mengalami kekurangan zat besi.
    • Tidak mengkonsumsi daging (vegetarian) dapat menyebabkan Anda kekurangan vitamin B12, jenis vitamin yang hanya ditemui pada makanan hewani (daging, ikan, telur, susu). Di kalangan non vegetarian, hampir tidak ada yang kekurangan vitamin ini karena cadangannya cukup untuk produksi sel darah sampai lima tahun.
    • Asam folat tersedia pada banyak makanan, namun terutama terdapat di hati dan sayuran hijau mentah.
  • Darah menstruasi berlebihan. Wanita yang sedang menstruasi rawan terkena anemia karena kekurangan zat besi bila darah menstruasinya banyak dan dia tidak memiliki cukup persediaan zat besi.
  • Kehamilan. Wanita yang hamil rawan terkena anemia karena janin menyerap zat besi dan vitamin untuk pertumbuhannya.
  • Penyakit tertentu. Penyakit yang menyebabkan perdarahan terus-menerus di saluran pencernaan seperti gastritis, radang usus buntu,dll dapat menyebabkan anemia.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat anti inflamasi,dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi dan vitamin (antacid, pil KB, obat anti artritis, dll).
  • Operasi pengambilan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi). Ini bisa menyebabkan anemia karena tubuh kurang menyerap zat besi dan vitamin B12.
  • Penyakit radang kronis seperti lupus, artritis rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi proses pembentukan sel darah merah.

Penanganan

  • Bila Anda merasakan gejala anemia di atas dan orang-orang di sekeliling Anda melihat Anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kebiasaan makan Anda dan obat yang sedang Anda minum. Anda lalu akan mendapatkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan apakah terdapat anemia dan apa penyebabnya.
  • Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi, dokter akan mencari tahu dan mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat besi dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan. (Bila anemia disebabkan oleh masalah penyerapan pasca- operasi gastrektomi, pemberian suplemen akan diberikan secara intramuskular atau intravenal).
  • Pemulihan biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penanganan. Setelah anemia tertangani, Anda masih akan terus menerima asupan suplemen zat besi hingga beberapa bulan untuk menjaga kondisi. Tinja Anda akan berwarna hitam selama perawatan.
  • Bila anemia disebabkan penyakit tertentu, satu-satunya solusi adalah menyembuhkan penyakitnya.
  • Anemia kronis yang ditandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat, nafas tersengal dan pingsan mungkin harus segera ditangani dengan transfusi darah.

penyebab timbulnya penyakit batu ginjal


1. Diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya seperti penyakit gout atau asam urat yang disebabkan oleh adanya jumlah yang meningkat pada kadar asam urat dalam urine sehingga mempermudah pembentukan batu-batu asam urat.
2. Hypercalciuria (kadar kalsium yang tinggi dalam urine) Dalam kondisi ini, disebabkan karena banyaknya kalsium yang diserap dari berbagai sumber makanan yang kemudian masuk ke dalam urine dan membentuk batu-batu kaslium fosfat atau kalsium oksalat.
3. Kondisi lainnya yang meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal termasuk hyperarathyroridism, penyakit-penyakit ginjal seperti renal tubular acidosis dan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) juga berhubungan dengan peningkatan risiko mengembangkan batu-batu ginjal.
4. Seseorang yang memiliki penyakit peradangan usus besar atau yang pernah menjalani operasi ostomy memiliki kemungkinan dalam pembentukan batu ginjal.
5. Efek samping dari konsumsi obat-obatan kimia secara terus-menerus juga dapat meningkatan resiko pada batu ginjal. Jenis obat-obatam yang memiliki resiko pada batu ginjal seperti diuretics, antacid yang mengandung kalsium, dan protease inhibitor Crixivan (indinavir), obat yang digunakan untuk merawat infeksi HIV.

penyebab mimisan dan cara mengatasinya


Penyebab mimisan pada anak bervariasi. Secara umum mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.
Perubahan cuaca juga dapat menyebabkan mimisan. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menyeka hidungnya pembuluh darah ini gampang sekali pecah.
Mimisan juga dapat terjadi jika seseorang menderita tumor di rongga hidung yaitu angiofibroma. Tumor ini biasa ditemukan pada anak usia muda atau dewasda muda dan seringkali terlihat sebagai benjolan sebesar biji nangka berwarna merah keputihan.
Pada keadaan infeksi sistemik seperti demam bedarah anak juga dapat mengalami mimisan, biasanya ini pertanda bahaya pada kasus demam berdarah tersebut dan anak harus mendapatkan perawatan intensif. Pada keadaan demam berdarah mimisan seringkali diikuti perdarahan juga pada organ lain sehingga mimisan karena demam berdarah mudah dibedakan dari mimisan karena sebab lain.
Bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya karena itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung misalnya sinusitis dsb, tidak terlalu berbahaya dan penata laksanaannya dengan mengobati infeksinya.
Pada keadaan yang kronis misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak dapat terjadi komplikasi yang cukup berat antara lain anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak.
Cara menghentikan mimisan adalah anak didudukkan pada posisi tegak, kemudian diberikan tekanan pada hidung (dipencet) dengan tujuan mengecilkan pembuluh darah yang pecah (kontriksi) sekaligus mempercepat pembekuan darah di daerah hidung. Bisa juga dengan pengobatan alami daun sirih getahnya diteteskan ke daerah hidung yang mimisan. Getah daun sirih ini berkhasiat menimbulkan koagulasi pada pembuluh darah yang pecah.

pengobatan leukimia


Leukemia limfositik akut (ALL)

Pengelolaan SEMUA berfokus pada kontrol sumsum tulang dan sistemik (seluruh tubuh) penyakit. Selain itu, pengobatan harus mencegah sel-sel leukemia dari penyebaran ke situs lain, khususnya sistem saraf pusat (SSP) misalnya pungsi lumbal bulanan. Secara umum, pengobatan SEMUA dibagi menjadi beberapa fase
  • ''''Induksi kemoterapi untuk membawa tentang remisi sumsum tulang. Untuk orang dewasa, rencana induksi standar termasuk prednison, vincristine, dan obat anthracycline; rencana obat lain mungkin termasuk L-asparaginase atau cyclophosphamide. Untuk anak-anak dengan risiko rendah SEMUA, terapi standar biasanya terdiri dari tiga obat (prednison, L-asparaginase, dan vincristine) untuk bulan pertama pengobatan.
  • ''Terapi Konsolidasi''atau''''intensifikasi terapi untuk menghilangkan sel-sel leukemia yang tersisa. Ada banyak pendekatan yang berbeda untuk konsolidasi, tetapi biasanya dosis tinggi, multi-obat pengobatan yang dilakukan selama beberapa bulan. Pasien dengan rendah sampai rata-rata risiko SEMUA menerima terapi dengan obat antimetabolit seperti metotreksat dan 6-mercaptopurine (6-MP). Pasien berisiko tinggi menerima dosis obat yang lebih tinggi dari obat ini, ditambah obat tambahan.
  • ''''Profilaksis SSP (terapi pencegahan) untuk menghentikan kanker dari menyebar ke otak dan sistem saraf dalam pasien berisiko tinggi. Standar profilaksis mungkin termasuk radiasi dari dan kepala / atau obat disampaikan langsung ke tulang belakang.
  • ''''Pemeliharaan perawatan kemoterapi dengan obat untuk mencegah kambuhnya penyakit setelah remisi telah dicapai. Biasanya melibatkan terapi pemeliharaan dosis obat yang lebih rendah, dan dapat terus sampai tiga tahun.
  • Atau,''''transplantasi sumsum tulang alogenik mungkin cocok untuk pasien berisiko tinggi atau kambuh.

Leukemia limfositik kronis (CLL)

Keputusan untuk mengobati
Darah CLL dasar pengobatan pada kedua panggung dan gejala pasien individu. Sebuah kelompok besar pasien CLL memiliki penyakit tingkat rendah, yang tidak manfaat dari pengobatan. Individu dengan CLL-terkait komplikasi atau penyakit yang lebih lanjut sering manfaat dari perawatan. Secara umum, indikasi untuk pengobatan adalah:
  • jatuh hemoglobin atau jumlah trombosit
  • perkembangan ke tahap akhir dari penyakit
  • menyakitkan, penyakit yang berhubungan dengan pertumbuhan berlebih dari kelenjar getah bening atau limpa
  • peningkatan laju produksi limfosit
Khas pengobatan pendekatan
CLL mungkin dapat disembuhkan oleh pengobatan ini. Rencana kemoterapi utama adalah kombinasi kemoterapi dengan klorambusil atau cyclophosphamide, ditambah kortikosteroid seperti prednison atau prednisolon. Penggunaan kortikosteroid memiliki manfaat tambahan untuk menekan beberapa penyakit autoimun terkait, seperti anemia immunohemolytic atau kebal-dimediasi trombositopenia. Dalam kasus resisten, tunggal-agen perawatan dengan obat nukleosida seperti fludarabine, pentostatin, atau cladribine mungkin bisa berhasil. Pasien yang lebih muda dapat mempertimbangkan transplantasi sumsum tulang alogenik atau autolog.

Myelogenous akut leukemia (AML)

Berbagai anti-kanker obat yang efektif untuk pengobatan dari AML. Pengobatan bervariasi sesuai dengan usia pasien dan sesuai dengan subtipe tertentu dari AML. Secara keseluruhan, strategi adalah untuk mengendalikan sumsum tulang dan sistemik (seluruh tubuh) penyakit, sementara menawarkan pengobatan khusus untuk sistem saraf pusat (SSP), jika terlibat.
Secara umum, ahli kanker yang paling bergantung pada kombinasi obat untuk, awal''''fase induksi kemoterapi. Kemoterapi kombinasi seperti biasanya menawarkan manfaat remisi dini dan resiko yang lebih rendah dari resistensi penyakit. ''Konsolidasi''dan''pemeliharaan''perawatan dimaksudkan untuk mencegah kambuhnya penyakit. Konsolidasi pengobatan seringkali memerlukan pengulangan dari kemoterapi induksi atau kemoterapi intensifikasi dengan obat tambahan. Sebaliknya, pengobatan pemeliharaan melibatkan dosis obat yang lebih rendah dari yang diberikan selama fase induksi.

Myelogenous kronis leukemia (CML)

Ada banyak kemungkinan pengobatan untuk CML, tetapi standar perawatan untuk pasien yang baru didiagnosis adalah imatinib (Gleevec) terapi. Dibandingkan dengan sebagian besar obat anti-kanker, memiliki efek samping yang relatif sedikit dan dapat diambil secara oral di rumah. Dengan obat ini, lebih dari 90% dari pasien akan mampu menjaga penyakit dalam memeriksa setidaknya lima tahun,
T-cell leukemia prolymphocytic sulit untuk mengobati, dan tidak merespon obat kemoterapi yang paling tersedia.